New User? Register   |   Sign In   |   Help
FAQ   |   Sitemap   |   Contact Us
Home Torto/Turtle Accessories Food Medicine Collection Articles Story Contact Us
Story
Telur Kura-Kura

Di sebuah hutan, ada seekor kura-kura yang sangat kelelahan karena baru saja bertelur.

Rasanya ia ingin makan enak, tapi ia tidak ingin meninggalkan telur-telurnya tanpa penjagaan.

Lalu sang kura-kura pergi menemui temannya seekor kuda dan memintanya untuk menjaga telur-telurnya karena ia ingin pergi mencari makan. Ia mewanti-wanti sang kuda untuk menjaga baik-baik telurnya dan kuda pun setuju.

Di sungai kura-kura melihat anak-anak udang berenang-renang sangat menggiurkan.

Tentu saja ini merupakan santapan yang enak, pikirnya dalam hati.Kura kura berenang mendekat siap menyantap udang...Tiba-tiba...dung...dung....dung.... Sebuah genderang perang terdengar di seluruh hutan.

Mendengar genderang perang, kuda langsung mengambi posisi berdiri tegap siap pada posisi tempur. Tanpa sengaja sang kuda menginjak telur-telur kura-kura dan memecahkan semuanya.

Kura-kura yang panik mendengar genderang perang juga segera kembali untuk menjaga ke telur-telurnya. Tapi betapa sedih ia melihat telur-telurnya hancur. Apalagi ternyata tidak ada perang.Ia marah pada kuda yang tidak menjaga telurnya dan melaporkan masalah ini pada raja hutan. Raja bertanya kepada kuda kenapa ia menghancurkan telur kura kura. "Aku tidak sengaja, karena ada genderang perang yang ditabuh monyet aku langsung berdiri siap, menghentak-hentakkan kaki, dan mengambil posisi siap tempur" kata kuda menjelaskan.

"Berarti ini dipicu oleh genderang perang yang ditabuh monyet. Segera panggil monyet," titah raja.

Setelah monyet datang, raja bertanya kepada monyet kenapa ia memukul genderang perang.

"Aku memukul genderang perang karena melihat gajah-gajah mengasah gading mereka bersiap untuk perang," jawab monyet.

"Berarti ini dipicu oleh aktivitas gajah mengasah gading mereka. Segera panggil gajah," titah raja.

Setelah gajah datang, raja bertanya kepada gajah kenapa ia mengasah gading bersiap untuk perang.

"Aku mengasah gading karena melihat badak mempertajam cula mereka untuk perang," jawab gajah.

"Berarti ini dipicu oleh aktivitas badak mempertajam cula mereka. Segera panggil badak," titah raja. Setelah badak datang, raja bertanya kepada badak kenapa ia mempertajam culanya untuk bersiap perang.

"Aku mempertajam cula karena melihat beruang mengasah cakar dan giginya untuk bersiap perang," jawab badak.

"Berarti ini dipicu oleh aktivitas beruang mengasah gigi dan cakarnya. Segera panggil beruang," titah raja.

Setelah beruang datang, raja bertanya kepada beruang kenapa ia mengasah gigi dan taringnya untuk bersiap perang.

"Aku melakukannya karena ketika berada di sungai aku melihat para udang bersiap dengan tanduk mereka pada posisi siap tempur, " jawab beruang.

"Berarti ini dipicu oleh aktivitas udang yang bersiap dengan posisi tempur dengan tanduknya, segera panggil udang," titah raja. Setelah udang datang, raja bertanya kepada udang kenapa mereka menyiapkan tanduk mereka pada posisi siap tempur sehingga memicu semua masalah.

"Tentu saja kami dalam posisi tempur. Karena kami melihat ada kura-kura datang dan terlihat sangat ingin menerkam anak-anak kami yang sedang bermain, " jawab udang membela diri.

"Berarti ini dipicu oleh kura-kura yang bersiap memakan anak-anak udang," kata raja menyimpulkan.

Raja kemudian menengok pada kura-kura yang melaporkan kasus pecahnya telurnya.

"Apakah benar kamu kura-kura bersiap memakan anak-anak udang?" tanya raja ke kura-kura untuk memastikan.

"Betul tuan raja, saya memang berniat memakan anak-anak udang," jawab sang kura kura menyesal.

"Akhirnya kita bisa lihat bagaimana kejadian ini bermula, ternyata semua ini bermula dari kamu sendiri!" seru raja memutuskan. Kura-kura pun berlalu, menyesali tindakannya yang memicu semua peristiwa yang mengakibatkan telurnya hancur.

Apa hikmahnya?
Kadang kita dengan mudah menyalahkan orang lain atas suatu peristiwa, padahal kita punya andil dalam kejadian tersebut.

Ada ayah yang marah karena anaknya menginjak piring makanannya yang diletakkan di lantai, padahal seharusnya piring tidak diletakkan di lantai.

Ada orang tua marah pada anaknya yang malas belajar, padahal sejak kecil orang tua memberikan pola hidup yang memanjakan anak. Ada bos yang marah karena anak buahnya tidak disiplin padahal ia sendiri sering mencontohkan datang terlambat.

Ada guru yang marah karena muridnya malas, padahal ia tidak mampu membangkitkan motivasi belajar.

-Isa Alamsyah-
Subhanallah, satu lagi pembelajaran berharga dari Pak Isa buat kita semua, kalo kata Aa Gym hati kita ibarat air dalam teko, kalo isinya air putih ya keluarnya air putih, kalo kopi ya keluarnya kopi. smua kembali lagi sama hati kita masing2, perbanyak muhasabah diri..huhu..diri ini memang penuh salah dan khilaf.

Sumber : alunaqurani.blogspot.com

Story
Kisah Resep Tulang Naga, Aksara Kuno Misterius, dan Sejarah Cina
Bagaimana Sang Kura-Kura Mendapatkan Banyak Bekas Luka
RASA TERIMA KASIH SEEKOR KURA-KURA
Perlombaan Antara Kelinci Dan Kura-kura
Kura Kura dan Burung Merak
Kura-Kura
Kenapa Kura-kura Hidup di Air?
Membangun Industri Dalam Negeri
Memilih Pengganti Raja Hutan
Suni Si Kura-Kura
Filosofi Kura-Kura
Balas Budi sang Kura-Kura
Kisah Kura-kura dаn Monyet Licik
Kura-kura dan Sepasang Itik
Kisah 3 Persahabatan Antara Kura-kura, Siput, Dan Katak
MELIHAT dan MELIHAT
Hidup Sehat Gaya Kura-kura
Yertle, The Turtle King
Kura-kura Belajar Berlari
Kura-kura dan Burung Elang
Kura-kura yang Tangguh
Telur Kura-Kura
Kisah Urashima Taro
Kelinci Sombong dan Kura-kura
Dongeng dari Negeri Kura-kura
Products
Torto/Turtle Accessories
Food Medicine
Collection
Site Information
Home
About Us
Articles
Story
Video
News
Guest Book
Help
Contact Us
FAQ
Sitemap
My Account
Newsletter
Enter your email address to subscribe our mailing list:
We take your privacy very seriously
© 2011-2017 Kurakuraku. All rights reserved.   Terms and Conditions   •   Privacy Policy