New User? Register   |   Sign In   |   Help
FAQ   |   Sitemap   |   Contact Us
Home Torto/Turtle Accessories Food Medicine Collection Articles Story Contact Us
Story
Dongeng dari Negeri Kura-kura

Alkisah di dunia margasatwa terdapat sebuah negeri yang dihuni sebahagian besar oleh spesies kura-kura. Negeri itu bernama negeri Kura-kura. Sebetulnya negeri Kura-kura ini kaya akan sumberdaya alam, namun sayangnya karena dasar kura-kura memang lamban kekayaan alam tersebut tidak dapat dinikmati oleh rakyatnya. Mereka sering kalah berkompetisi dengan spesies lain, termasuk dengan negeri tetangganya. Maklumlah, ketika negeri lain sudah maju dan berlari kencang, pemimpin negeri Kura-kura baru mulai rapat, pembentukan panitia, satgas atau komisi. Para pemimpin negeri ini lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kroni daripada kepentingan rakyat banyak. Disamping itu dalam berurusan aparat pemerintahannya, segalanya bisa mulus kalau ada fulus. Fulus adalah mata uang satu-satunya yang dipakai dan diterima di negeri ini. Makanya negeri Kura-kura menjadi tertinggal dibanding negara-negara lain yang merdekanya belakangan.

Negeri Kura-kura dipimpin oleh seorang kepala negara yang dikenal dengan nama Pak Bulus dan wakilnya Pak Kancil. Pak Bulus adalah pemimpin yang disukai sebahagian besar rakyatnya karena suka bagi-bagi Fulus, terutama sekali menjelang pemilihan umum. Tak heran kalau akhirnya Pak Bulus memenangkan pemilihan kepala negara Kura-kura dengan suara mayoritas.

Tidak selamanya perjalanan pemerintahan Pak Bulus berjalan mulus. Ketika masa jabatannya sudah habis, Pak Kancil memutuskan berpisah untuk bersaing memperebutkan jabatan kepala negara Kura-kura dengan Pak Bulus. Sayangnya Pak Kancil kalah karena mayoritas bangsa kura-kura lebih memihak Pak Bulus yang sebelum pemilihan umum telah membagi-bagikan BFT (Bantuan Fulus Tunai) kepada rakyatnya. Disinilah timbul pertanyaan dari sebagian rakyat negeri Kura-kura yang kritis, Pak Bulus yang katanya mempunyai kekayaan terkecil dibandingkan calon lain kenapa dana kampanyenya paling besar ya, dari mana Pak Bulus dapat Fulus?

Kebetulan juga sebelum pemilihan umum telah terjadi pengucuran Fulus dari kas bendahara negeri Kura-kura kepada sebuah bank mungil yang hampir bangkrut dengan jumlah yang melebihi kewajaran, yang kata pembantu Pak Bulus kalau bank ini tidak dibantu akan menimbulkan dampak sistemik bagi perekonomian negeri Kura-kura. Padahal kalau menurut pakar ekonomi lain kalau bank itu ditutup pun tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian negeri Kura-kura. Pihak oposisi terus mempertanyakan kemana Fulus ini mengalir.

Masalah ini terus bergulir sampai akhirnya parlemen negeri Kura-kura membuat panitia kura-kura (pankur) untuk menyelidiki kemana perginya aliran Fulus tersebut. Pankur kemudian memanggil satu demi satu pihak yang terlibat dalam pengucuran Fulus ini. Salah satu saksi ahli yang paling kritis mempertanyakan kemana aliran Fulus itu adalah KKG (Kura Kura Ganas). Para anggota pankur lebih banyak bersilat lidah dan melakukan debat kusir seolah-olah ingin menonjolkan diri dan cari perhatian di depan media pers. Proses persidangan pankur yang disiarkan oleh media elektronik tersebut berlangsung sangat lambat dan membosankan, maklumlah namanya saja panitia kura-kura.

Dari sekian banyak saksi yang dipanggil hanya Pak Bulus saja yang belum dipanggil. Terjadi perbedaan pendapat dalam pankur mengenai perlu atau tidaknya Pak Bulus dipanggil. Kata pendukung Pak Bulus di parlemen beliau tidak perlu dipanggil. Namun dari kalangan oposisi menganggap perlu sebab Pak Bulus dianggap tahu dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan oleh anak buahnya di pemerintahan. Usul pemanggilan ini tentunya sangat menakutkan bagi Pak Bulus karena beliau khawatir akan dijatuhkan dari jabatannya oleh para penentangnya jika nanti Pak Bulus dianggap terbukti melanggar undang-undang.

Walaupun kata lawan politiknya Pak Bulus lamban, namun beliau ini juga cerdik dan terkenal dengan akal bulusnya. Oleh karena itu belakangan ini setiap ada pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Bulus, beliau selalu menjawab dengan jawaban kurang tahu atau tidak tahu padahal sebenarnya dia tahu, hal itu sesuai dengan peribahasa terkenal di negerinya yang berbunyi, “Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu”.Oleh lawan politiknya Pak Bulus dianjurkan banyak-banyak makan tahu supaya tahu dengan kondisi negerinya yang sebahagian besar rakyatnya masih rendah pengetahuannya, karena hanya makan nasi berlauk tahu. Maaf, bagi penggemar tahu. Bukan saya meremehkan tahu yang tinggi nilai gizinya. Tapi makan tahu saja tanpa diiringi makanan 4 sehat 5 sempurna pasti anda akan dianggap kurang pengetahuan tentang gizi seimbang, hehehe…

Sekian dulu dongeng dari negeri Kura-kura, semoga anda terhibur, hehehe…

Sumber : http://hiburan.kompasiana.com

Story
Kisah Resep Tulang Naga, Aksara Kuno Misterius, dan Sejarah Cina
Bagaimana Sang Kura-Kura Mendapatkan Banyak Bekas Luka
RASA TERIMA KASIH SEEKOR KURA-KURA
Perlombaan Antara Kelinci Dan Kura-kura
Kura Kura dan Burung Merak
Kura-Kura
Kenapa Kura-kura Hidup di Air?
Membangun Industri Dalam Negeri
Memilih Pengganti Raja Hutan
Suni Si Kura-Kura
Filosofi Kura-Kura
Balas Budi sang Kura-Kura
Kisah Kura-kura dаn Monyet Licik
Kura-kura dan Sepasang Itik
Kisah 3 Persahabatan Antara Kura-kura, Siput, Dan Katak
MELIHAT dan MELIHAT
Hidup Sehat Gaya Kura-kura
Yertle, The Turtle King
Kura-kura Belajar Berlari
Kura-kura dan Burung Elang
Kura-kura yang Tangguh
Telur Kura-Kura
Kisah Urashima Taro
Kelinci Sombong dan Kura-kura
Dongeng dari Negeri Kura-kura
Products
Torto/Turtle Accessories
Food Medicine
Collection
Site Information
Home
About Us
Articles
Story
Video
News
Guest Book
Help
Contact Us
FAQ
Sitemap
My Account
Newsletter
Enter your email address to subscribe our mailing list:
We take your privacy very seriously
© 2011-2017 Kurakuraku. All rights reserved.   Terms and Conditions   •   Privacy Policy