New User? Register   |   Sign In   |   Help
FAQ   |   Sitemap   |   Contact Us
Home Torto/Turtle Accessories Food Medicine Collection Articles Story Contact Us
News
Tum-Tum, Si Kura-Kura Merah Putih yang Terancam Musnah


Tum-tum menempati satu dari 25 reptil yang paling terancam punah berdasarkan Tortoise and Freshwater Turtle Specialist Group dari IUCN.

Liputan6.com, Banjarmasin - Namanya tum-tum atau tuntong laut. Kura-kura bernama latin Callagur borneonensis itu bisa ditemukan di Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Thailand. Satwa jenis kura-kura itu ternyata paling terancam di dunia.

Dilansir Antara, pemerhati lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin Zainuddin menyebut tum-tum menjadi salah satu primadona penghobi reptil. Warna merah dan putih pada kepala indukan jantan membuat harganya melambung tinggi di pasaran. Satu indukan dewasa tum-tum dapat dibandrol dengan harga jutaan rupiah. Selain dari keeksotisannya, penyebab tingginya harga pasaran hewan itu, baik pada pasar legal hingga pasar gelap, disebabkan oleh sulitnya mendapatkan hewan yang satu ini.

Menurut Zainudin yang juga peneliti muda Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia Unlam, tum-tum adalah hewan yang sangat langka. "Tum-tum masuk ke dalam daftar 25 jenis kura-kura paling terancam di dunia," kata dia. Tortoise and Freshwater Turtle Specialist Group dari IUCN menyebutkan bahwa dari 25 kura-kura paling terancam di dunia tersebut, lima di antaranya adalah hewan khas Indonesia dengan tum-tum salah satunya. Kura-kura khas yang dulunya banyak dijumpai di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) itu juga telah masuk dalam daftar merah lembaga perlindungan hewan internasional International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dengan kategori Critically Endangered (sangat terancam).

Sementara, CITES (Convention on International Trade of Endagered Species) menggolongkan kura-kura itu dalam Appendiks II yang berarti perdagangannya harus diawasi secara ketat. Tum-tum umumnya menyukai perairan berlumpur seperti kawasan payau dan mempunyai bentang pantai. Kawasan Kalsel yang identik dengan lahan basah menjadikannya sebagai habitat yang sesuai dengan satwa eksotis itu. Meski terdapat beberapa kawasan konservasi yang menjadi habitat alami bagi tum-tum di Kalimantan, diperkirakan hewan itu lebih banyak mempunyai persebaran di luar kawasan konservasi. Akibatnya, pengawasan terhadap tindak laku ilegal seperti perburuan sulit untuk dilakukan.

Sebagai spesies yang masuk dalam prioritas perlindungan satwa nasional, tum-tum wajib untuk dijaga kelestariannya. "Masifnya perburuan terhadap tum-tum yang berlangsung merupakan faktor utama yang dapat mendorong tum-tum ke dalam jurang kepunahan, selain dampak dari rusak dan hilangnya habitat," ujar Zainuddin. Di Kalimantan Selatan terdapat dua daerah yang diduga menjadi kawasan perburuan tum-tum, khususnya Kalimantan Selatan bagian tenggara yang merupakan daerah pantai dan kawasan mangrove.

Namun, hampir satu dekade terakhir sudah jarang ditemukan populasi dan habitat tum-tum akibat lajunya kerusakan kawasan pantai dan mangrove dari alih fungsi lahan serta perburuan liar. Selain itu, perubahan iklim yang sangat ekstrem berdampak tingginya tingkat kegagalan penetasan telur. Suhu yang tinggi dapat menyebabkan telur mengalami dehidrasi sehingga gagal menetas. Untuk itu diperlukan upaya konservasi yang berfokus pada peningkatan dan penyadartahuan tentang pentingnya melestarikan tum-tum si kura-kura dan habitatnya.

"Sinergitas semua pihak sangat diperlukan untuk mencegah kepunahan tum-tum di Kalsel maupun kawasan lainnya. Pengawasan akan animal trafficking hendaknya juga dilakukan oleh masyarakat bukan hanya pihak BKSDA atau dinas terkait saja," tutur Zainuddin. Ketua Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia Unlam Amalia Rezeki menambahkan edukasi dan penyadartahuan kepada masyarakat sangat perlu untuk terus menerus dilakukan terkait konservasi hewan langka tersebut.

Selain dilindungi oleh dunia internasional, tum-tum juga telah dilindungi oleh undang-undang di Indonesia seperti UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan UU No 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Selain itu, tum-tum juga termasuk ke dalam spesies prioritas nasional kategori reptil dan amfibi di Indonesia berdasarkan Permenhut No. P.57/Menhut-II/2008 tentang arahan strategis konservasi spesies nasional 2008-2018.


Sumber: http://regional.liputan6.com/read/2904659/tum-tum-si-kura-kura-merah-putih-yang-terancam-musnah

 

News
Sidang Tahunan Siap Digelar, Kompleks DPR/MPR Berbalut Merah-Putih
1.066 Kura-Kura Semarakkan Ultah Raja Thailand
Tobatnya si Pemburu Kura-Kura Langka, Tuntong Laut
47 Kura-kura Berhidung Babi Dilepas Ke Alam Bebas
Polda Bali Awasi Konservasi Kura-kura dan Penyu di Bali
Kejam! Kura-kura Ini Diinjak-injak Hingga Cangkangnya Terbelah 4, Pernyataan dari Klinik Buat Sedih!
Kalimantan Selatan Miliki Kura-kura Paling Terancam di Dunia
Ada Kura-kura di Landasan Pacu, Bandara JFK Terpaksa Ditutup
Kisah Persahabatan Unik Antara Kura-Kura dan Kelinci Kecil
Mengunjungi Kura-kura Belawa di Obyek Wisata Cikuya
Inilah Nasib Tubuh Lonesome George, Kura-kura Raksasa Pinta Terakhir di Dunia
Jonathan, Kura-kura ´Tertua´ Di Dunia
Tum-Tum, Si Kura-Kura Merah Putih yang Terancam Musnah
Perburuan Liar Kura-kura Moncong Babi Ancam Kelestarian
Hanya Tersisa Tiga Kura-kura Tempurung Lunak Yangtze di Dunia
Malaysia Gagalkan Penyelundupan Kura-Kura Bertempurung ´Emas´
Penyelundupan Kura-kura via Bandara Soetta Digagalkan
Kura-kura Dengan 2 Kepala dan 6 Kaki Ditemukan di China
Kura-Kura Moncong Babi Terancam Punah
Pagi Bersama Kura-Kura Terbesar dan Misteri Bawah Laut Jawa
India Gagalkan Upaya Penyelundupan 6.000 Kura-kura
Seekor anak kura-kura bisa kembali berjalan berkat roda lego.
Ditemukan, Kura-Kura Tertua di Dunia Berusia 330 Tahun
Bersahabat, Kura-Kura dan Sapi Pincang Ini Selalu Kompak
(VIDEO) Pertarungan Aneh Antara Dua Kura-Kura di Jalanan
Dongeng Adu Balap Kura-kura dan Kelinci Terbukti Dalam Video Ini!
Cerro Si Kura-kura Raksasa di Perth Zoo Rayakan HUT ke-50
Barack Obama Bisa Sebabkan Musnahnya Kura-kura
Konservasi Satwa Liar
Makin Banyak Penyu Melahap Sampah Plastik di Laut
Menghilang 10 Hari, Kura-kura Berusia 100 Tahun Ditemukan 10 Km dari Rumahnya
Kebakaran Lahan Telah Ganggu Habit Labi-labi dan Kura-kura
Terungkap, Inilah Alasan Sebenarnya Kura-kura Punya Tempurung
Hati-Hati, Penyakit Ini Mengintai Jika Pelihara Kura-Kura
Berkat Roda Modifikasi, Kura-kura yang Diamputasi Kini Bisa Berjalan Lagi
Workshop Konservasi Penyu Bertajuk “Love Sea Turtle, Save Sea Ecosystem”
Hidup Sang Penjelajah Ada di Tanganmu
Populernya Henry si Kura-kura di Central Park, New York
Korban Kebakaran, Kura-Kura Ini Dibuatkan Tempurung Baru 3D
Swiss Sambut Kelahiran Bayi Kura-Kura Raksasa Galapagos
Kelompok Studi Biologi Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Proudly Presents
Reproduksi Kura-Kura Betina di Dunia Turun Drastis
Kelompok Studi Biologi Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Proudly Presents
Pelepasan satwa dilindungi penyu di pantai kuta.
BKSDA selamatkan 184 telur penyu dari pantai
Penyelundupan 45 Penyu Hijau ke Bali Digagalkan Pol Air
Lembah Kura-kura Dukung Pariwisata Solsel
Wow, Berumur 184 Tahun, Begini Penampakan Kura-kura Tertua di Dunia
Keraton Kanoman Tinjau Penangkaran Kura-kura Belawa
Singa Gede Punya Gigi dan Cakar Tajam Tak Berdaya Hadapi Kura-kura Kecil
Unik, Dicari Pejalan Pelan Untuk Mengasuh Kura-Kura
Hampir 7.000 kura-kura moncong babi dikembalikan ke Papua
Mengejutkan! Perubahan Iklim Bisa Ubah Kelamin Kura-kura
Penyelundupan Kura-kura Moncong Babi Hampir Saja Terjadi di Papua
Products
Torto/Turtle Accessories
Food Medicine
Collection
Site Information
Home
About Us
Articles
Story
Video
News
Guest Book
Help
Contact Us
FAQ
Sitemap
My Account
Newsletter
Enter your email address to subscribe our mailing list:
We take your privacy very seriously
© 2011-2017 Kurakuraku. All rights reserved.   Terms and Conditions   •   Privacy Policy